Media Sosial Mulai Membosankan?

Media Sosial Mulai Membosankan?

Begitu kata Tempo….Inem sih nggak bingung. Karena ada SEO….hihihihi.

TEMPO.COJakarta – Ledakan media sosial sejak satu dekade lalu tampaknya mulai memasuki titik jenuh. Salah satu indikatornya terlihat dari pertumbuhan anggota Facebook yang kian melambat.

Kendati masih mengalami pertambahan sedikit demi sedikit, banyak yang memprediksi jejaring sosial buatan Mark Zuckerberg ini sulit mencapai angka 1 miliar anggota.

Di Indonesia, fenomena tentang kejenuhan penggunaan media sosial juga terjadi. Berdasarkan survei tahunan Yahoo! TNS Index, penggunaan jejaring sosial menunjukkan tidak banyak pergerakan pada tahun 2012.

“Meskipun berada di peringkat pertama top ten monthly activity di Internet, pergerakan kegiatan berjejaring sosial tidak banyak peningkatan,” kata Jhoni Tuerah, Associate Client Advisor TNS Indonesia, di kantor Yahoo! Indonesia, Jakarta, Selasa, 26 Juni 2012.

Tahun ini, Jhoni menambahkan, kegiatan berjejaring sosial dilakukan 90 persen pengguna Internet yang disertakan dalam survei. Angka itu hanya naik 1 persen saja dari tahun lalu: 89 persen.

Padahal, tiga tahun sebelumnya, 2009-2010-2011, kegiatan di ranah media sosial mengalami peningkatan dari 58 ke-77 persen kemudian 89 persen.

Jhoni mengungkapkan, alasan cenderung stagnannya penggunaan media sosial ini lantaran anggota yang semakin selektif dalam membangun lingkaran perkawanannya. “Mereka ingin lebih homy di akun sendiri sehingga tak ingin ”dikotori”,” kata Johny.

Karena itulah, sejumlah responden menyatakan tak segan-segan memilih-milih teman sampai menendang siapa saja yang tidak membuat nyaman akunnya.

Jenis teman yang disetujui untuk masuk dalam lingkaran pertemanan di media sosial, antara lain rekan yang sering berinteraksi, kawan lama, keluarga, teman di dunia maya, teman dari teman, dan yang paling akhir adalah atasan atau bos di kantor.

Riset Yahoo! TNS Net Index ini dilakukan terhadap 3.365 responden di berbagai kota di Indonesia, yakni Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Surabaya, Bandung, Medan, Semarang, Palembang, Makassar, Yogyakarta, dan Denpasar. Penelitian berlangsung sepanjang Desember 2011 sampai Januari 2012.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *