Copyright vs copyleft

Copyright vs copyleft

Assalamu alaikum
Ketika tadi siang ngobrol dengan mas budi (pixagon), saya dikejutkan dengan sebuah ungkapan yang belum pernah saya dengar sebelumnya yakni Copyleft.

Menurut Wikipedia : Copyleft adalah permainan kata dari copyright (hak cipta) dan seperti halnya makna berlawanan yang dikandung masing-masing (right vs left), begitu pula arti dari kedua istilah tersebut berlawanan. Copyleft merupakan praktik penggunaan undang-undang hak cipta untuk meniadakan larangan dalam pendistribusian salinan dan versi yang telah dimodifikasi dari suatu karya kepada orang lain dan mengharuskan kebebasan yang sama diterapkan dalam versi-versi selanjutnya kemudian. Copyleft diterapkan pada hasil karya sepertiperangkat lunak, dokumen, musik, dan seni. Jika hak cipta dianggap sebagai suatu cara untuk membatasi hak untuk membuat dan mendistribusikan kembali salinan suatu karya, maka lisensi copyleft digunakan untuk memastikan bahwa semua orang yang menerima salinan atau versi turunan dari suatu karya dapat menggunakan, memodifikasi, dan juga mendistribusikan ulang baik karya, maupun versi turunannya. Dalam pengertian awam, copyleft adalah lawan dari hak cipta.
Pengarang dan pengembang yang menggunakan copyleft untuk karya mereka dapat melibatkan orang lain untuk mengembangkan karyanya sebagai suatu bagian dari proses yang berkelanjutan. Salah satu contoh lisensi copyleft adalah GNU General Public License.

Saya langsung aplikasikan ke web Inem saya, lihat footernya ….hehehehehe “Copyleft” jadi semua gambar maupun tulisan yang ada di inem silahkan dipakai ( wong ada yang bukan karya saya ), asal buat kebaikan (dan bukan logonya inem yang dipakai ya). Agar dapat membantu orang lain agar lebih mengerti tentang internet. Mengajarkan ke orang lain untuk berbuat kebaikan. Dan Jangan pernah mengingat-ingat pemberian ke orang lain agar kita juga tidak merasa rugi.


Cocok sekali dengan yang dikatakan Soe Hok Gie di bukunya “Catatan Seorang Demonstran”
“tegaklah ke langit atau awan mendung

kita tak pernah menanamkan apa-apa,

kita takkan pernah kehilangan apa-apa”

Selasa, 11 November 1969

Wassalamu alaikum

Comments

  • Budi Pramono | Apr 9,2012

    makasih share-nya ustadz.. sangat bermanfaat..

  • biodata | Sep 10,2014

    makasih infonya kk

  • Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *